weLcome to my bLog

dapatkan beberapa info yang telah saya posting
:)
semoga dapat bermanfaat bagi anda yang membacanya

Selasa, 08 Januari 2013

MANAJEMEN KONFLIK


MANAJEMEN KONFLIK

1. Definisi
Konflik organisasi adalh perbedaab pendapat antara dua atau lebih anggota organisasi atau kelompok, karena harus membagi sumber daya yang langka atau aktivitas kerja dan atau karena mereka mempunyai status, tujuan, penilaian atau pandangan yang berbeda.
Manajemen konflik berarti bahwa para manajer harus berusaha menemukan cara untuk mengembangkan konflik dan koperasi.

2. Pandangan lama dan baru mengenai konflik

Pandangan lama
Pandangan baru
Konflik dapat dihindarkan.
Konflik tidak dapat dihindarkan.
Konflik disebabkan oleh kesalahan manajemen dalam perancangan dan pengelolaan organisasi atau oleh pengacau.
Konflik timbul karena banyak sebab, termasuk struktur organisasi, perbedaan tujuan yang tidak dapat dihindarkan.
Konflik mengganggu organisasi dan menghalangi pelaksanaan optimal.
Konflik dapat membantu atau menghambat pelaksanaan kegiatan organisasi dalam berbagai derajat.
Tugas manajemen adalah menghilangkan konflik.
Tugas manajemen adalah mengelola tingkat konflik dan penyelesaian.
Pelaksanaan kegiatan organisasi yang optimal membutuhkan penghapusan konflik.
Pelaksanaan kegiatan organisasi yang optimal membutuhkan tingkat konflik yang moderat.

3. Jenis-jenis konflik
a. konflik didalam individu
b. konflik antar individu dalam organisasi yang sama
c. konflik antar individu dan kelompok
d. konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama
e. konflik antar organisasi

4. Metode untuk menyelesaikan konflik
a. konsensus : dimana pihak-pihak mengadakan pertemuan untuk mencari pemecahan-pemecahan yang terbaik bukan mencari kemenangan bagi masing-masing pihak.

b. metode konfrontasi : dimana pihak-pihak saling berhadapan menyatakan pandangan secara langsung satu sama lain, dengan kepemimpinan yang trampil dan kesediaan semua pihak untuk mendahulukan kepentingan bersama, kerap kali dapat ditemukan penyelesaian yang rasional.

c. penggunaan tujuan yang lebih tinggi : dapat juga menjadi metode penyelesaian konflik bila tujuan tersebut disetujui bersama.

5. Konflik Struktural
a. konflik hirarki : konflik yang terjadi diberbagai tingkaan organisasi.
b. konflik fungsional : konflik yang terjadi antar departemen fungsional organisasi.
c. konflik linistaf : konflik yang terjadi antara lini dengan staf karena ada perbedaan-perbedaan diantara keduanya.
d. konflik formal informal : konflik yang terjadi antara organisasi formal dan informal.

sumber : seri diktat kuliah, pengantar manajemen, universitas gunadarma

Minggu, 06 Januari 2013

Gaya Hidup kaum Urban


GAYA HIDUP URBAN


Kebutuhan hidup kaum urban yang serba ringkas, tren hunian berkonsep small office home office (SOHO), dinilai sangat tepat. Pada satu unit SOHO terdiri dari dua bagian, yakni tempat tinggal dan ruang kerja. Karena itu, hunian jenis ini menyasar kalangan profesional atau pengusaha muda. Dan penelitian menunjukkan bahwa umur orang-orang yang tinggal di kota besar lebih rendah dibanding di kota kecil atau desa, meskipun daerah tersebut lebih rendah secara ekonomi. Tak heran, banyak orang tua yang memilih menghabiskan hari tuanya untuk pindah ke tempat yang lebih tenang. Rendahnya angka harapan hidup di perkotaan tersebut tak lepas dari lifestyle orang-orangnya yang tidak sehat. Berbagai gaya hidup orang kota yang dapat memperpendek umur antara lain:

Suka begadang. Warga kota seringkali menghabiskan waktunya di siang hari untuk bekerja. Di malam hari, bukannya beristirahat, mereka justru nongkrong di kafe-kafe atau ke tempat hiburan sampai larut malam. Begadang bukan hal yang buruk bagi kesehatan, yang berisiko adalah apabila sampai kekurangan tidur dan mengganggu siklus biologis. Berbagai penelitian menemukan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke hingga kanker.

Gampang stress. Macet, polusi, cuaca panas ditambah tekanan pekerjaan membuat  kita lebih rentan stres. Pada tahap tertentu, stres dapat berakibat baik sebab memicu orang untuk bekerja lebih keras. Namun stres yang tak dikelola dengan baik justru bahaya bagi kesehatan. Stres dapat memicu depresi dan gangguan mental jika tidak ditangani dengan baik. Bahkan sebuah penelitian terbaru menemukan stres dapat mengubah struktur DNA seseorang dan diturunkan kepada anak-anaknya.

Dangerous Driving. Kehidupan kota memang menawarkan jaminan finansial yang lebih baik. Akibatnya, makin banyak orang berlomba-lomba membeli kendaraan untuk menunjang mobilitasnya. Sudah tak terhitung berapa banyak jumlah kematian dan kerugian akibat kecelakaan lalu lintas. Kebanyakan kasus tersebut disebabkan oleh human error, bisa karena lalai saat mengemudi, atau menyetir ugal-ugalan.

Malas berolahraga. Lengkapnya infrastruktur dan fasilitas di kota memang mempermudah aktivitas. Namun karena merasa saking mudahnya, orang jadi sedikit bergerak dan malas berolahraga. Apalagi banyak pekerjaan di kota mengharuskan duduk sepanjang hari di kantor. Padahal selain mencegah penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, stroke, hingga kanker, olahraga juga dapat memperkuat otot-otot, meningkatkan keseimbangan fisik dan meningkatkan stamina.

Suka makan junk food Sebagian besar penyakit disebabkan oleh makanan sehari-hari. Makanan yang masuk dalam tubuh akan diolah lewat proses metabolisme tubuh. Sisa makanan ada yang ditimbun atau menumpuk dalam tubuh. Timbunan lemak dan kolesterol berisiko memicu hipertensi, stroke dan serangan jantung. Makanan yang banyak mengandung gula juga dapat memicu diabetes. Makanan seperti ini banyak terkandung dalam junk food. So, eat less junk food bro!

Suka mencari hiburan Memang tak ada salahnya mencari hiburan untuk bersenang-senang dan melepas stres. Namun kota menawarkan banyak hiburan tak sehat seperti bar, lokalisasi dan klub-klub malam yang menawarkan alkohol dan narkoba. Hiburan mahal ini tak hanya membuat boros, melainkan juga berisiko merusak kesehatan. Hubungan seks yang tak sehat dapat menularkan penyakit seksual, sedangkan alkohol dan narkoba dapat menyebabkan kecanduan.

sumber : www.updaterus.com/article/healthandlifestyle/182

MANAJEMEN MODAL KERJA


MANAJEMEN MODAL KERJA

Pengertian modal kerja ada dua, yaitu modal kerja neto dan modal kerja buto. Modak kerja neto adalah perbedaan antara aktiva lancar dengan hutang lancar. Sedangkan modal kerja bruto adalah investasi perusahaan dalam aktiva lancar (Hampton, 1995).

1. Pentingnya Manajemen Modal Kerja
Manajemen Modal Krja adalah pengaturan total jumlah masing-masing komponen modal kerja dan pembelanjaan yang dibutuhkan untuk mendukung aktiva lancar.
Manajemen modal kerja penting karena :
a. sebagian waktu manajer keuangan banyak digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah modal kerja.
b. keputusan-keputusan modal kerja dapat berpengaruh secara berarti terhadap resiko, return, dan harga saham perusahaan.

2. Profitabilitas dan Risiko
Manajemen modal kerja yang sehat memperhatikan dua masalah keputusan yang mendasar pada perusahaan.
a. Masalah penentuan jumlah optimal investasi dalam aktiva lancar.
b. Masalah penentuan kombinasi yang tepat antara pembelanjaan dengan utang jangka pendek dan jangka panjang.

3. Klasifikasi Modal Kerja menurut Waktu
a. Modal Kerja Permanen      
Jumlah aktiva lancar yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan minimum jangka panjang. Dana yang diperlukan untuk jangka panjang meskipun kontradiksi dengan aktiva yang dinamakan aktiva lancar.
b. Modal Kerja Temporer
jumlah aktiva lancar yang bervariasi sesuai dengan kebutuhan musiman.

4. Kebijakan dalam Pembelanjaan Modal Keja
a. Kebijakan Pembelanjaan Hedging   
Suatu metode pembelanjaan dengan menggunakan pembelanjaan yang mempunyai umur pembelanjaan relatif sama dengan umur investasi dalam aktiva. Penerapan kebijakan pembelanjaan hedging terhadap komponen-komponen aktiva adalah :
1. aktiva tetap dibelanjai dengan pembelanjaan jangka panjang
2. aktiva lancar permanen dibelanjai dengan pembelanjaan jangka panjang
3. aktiva lancar musiman dibelanjai dengan pembelanjaan jangka pendek

b. Kebijakan Pembelanjaan Konservatif
Suatu metode pembelanjaan dengan menggunakan pembelanjaan yang mempunyai umur pembelanjaan relatif lebih lama dari umur sebagian investasi dalam aktiva agar terdapat suatu mrgin of safety dalam menjaga likuiditas perusahaan. Penerapan kebijakan pembelanjaan konservatif terhadap komponen-komponen aktiva adalah :
1. aktiva tetap dibelanjai dengan pembelanjaan jangka panjang
2. aktiva lancar permanen dibelanjai dengan pembelanjaan jangka panjang
3. terdapat sebagian aktiva lancar musiman dibelanjai dengan pembelanjaan jangka panjang dan sebagian jangka pendek.

Sumber : seri diktat kuliah, manajemen keuangan, universitas gunadarma

Sabtu, 05 Januari 2013

SUMBER DAYA KONSUMEN dan PENGETAHUAN


SUMBER DAYA KONSUMEN dan PENGETAHUAN

Konsumen yaitu beberapa orang yang menjadi pembeli atau pelanggan yang membutuhkan barang untuk mereka gunakan atau mereka konsumsi sebagai kebutuhan hidupnya.
Pembangunan dan perkembangan perekonomian umumnya dan khususnya di bidang perindustrian dan perdagangan nasional telah menghasilkan berbagai variasi barang dan/atau jasa yang dapat dikonsumsi. Di samping itu, globalisasi dan perdaganan bebas yang didukung oleh kemajuan teknologi telekomunikasi dan infomatika telah memperluas ruang gerak arus transaksi barang dan/atau jasa melintasi batas-batas wilayah suatu negara, sehingga barang dan/atau jasa yang, ditawarkan bervariasi baik produksi luar negeri maupun produksi dalam negeri. Kondisi yang demikian pada satu pihak mempunyai manfaat bagi konsumen karena kebutuhan konsumen akan barang dan/atau jasa yang diinginkan dapat terpenuhi serta semakin terbuka lebar kebebasan untuk memilih aneka jenis dan kualitas barang dan/atau jasa sesuai dengan keinginan dan kemampuan konsumen

1.Sumber Daya Ekonomi
a.pengertian sumber daya ekonomi
Potensi sumberdaya ekonomi atau lebih dikenal dengan potensi ekonomi pada dasarnya dapat diartikan sebagai sesuatu atau segala sesuatu sumberdaya yang dimiliki baik yang tergolong pada sumberdaya alam (natural resources/endowment factors) maupun potensi sumberdaya manusia yang dapat memberikan manfaat (benefit) serta dapat digunakan sebagai modal dasar pembangunan (ekonomi) wilayahtingkat ketergantungan terhadap sumberdaya secara struktural harus bisa dialihkan pada sumberdaya alam lain. Misalnya, penggunaan energi sinar matahari, panas bumi, atau gelombang laut termasuk angin, akan dapat mengurangi ketergantungan manusia terhadap sumberdaya alam yang tidak dapat diperbarui.
b. sumberdaya alam yang tidak dapat diperbarui (non-renewable or exhaustible resources). Jenis sumberdaya ini pada dasarnya meliputi sumberdaya alam yang mensuplai energi seperti minyak, gas alam, uranium, batubara serta mineral yang non energi seperti misalnya : tembaga, nikel,aluminium,dll.Sumberdaya alam jenis ini adalah sumberdaya alam dalam jumlah yang tetap berupa deposit mineral (mineral deposits) diberbagai tempat dimuka bumi. Sumberdaya alam jenis ini bisa habis baik karena sifatnya yang tidak bisa diganti oleh proses alam maupun karena proses penggantian alamiahnya berjalan lebih lamban dari jumlah pemanfaatannya.
c. sumberdaya alam yang potensial untuk diperbarui (potentially renewable resources). Kategori sumberdaya alam ini tergolong sumberdaya alam yang bisa habis dalam jangka pendek jika digunakan dan dicemari secara cepat, namun demikian lambat laun akan dapat diganti melalui proses alamiah misalnya ; pohon-pohon di hutan, rumput di padang rumput, deposit air tanah, udara segar dan lain-lain Sumberdaya alam ini keberadaannya harus dimanfaatkan seoptimal mungkin dalam kerangka untuk mendorong, mempercepat dan menunjang proses pembangunan wilayah (daerah). Namun demikian penting untuk diperhatikan aspek ketersediaan termasuk daya dukungnya terhadap mobilitas pembangunan daerah, karena apabila sumberdaya alam dengan 3 kategori ini dimanfaatkan dengan tidak bijaksana dan arif maka sudah barang tentu stagnasi dan kemunduran dinamika pembangunan ekonomi wilayah akan semakin cepat menjelma atau merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindarkan.Disamping komponen sumberdaya alam, pada saat ini peranan sumberdaya manusia (human resources) dalam konteks kegiatan pembangunan ekonomi termasuk pembangunan ekonomi daerah (wilayah) semakin signifikan. Faktor sumberdaya manusia ini telah menghadirkan suatu proses pemikiran baru dalam telaah teori-teori pembangunan ekonomi, yang menempatkan sumberdaya manusia sebagai poros utama pembangunan ekonomi baik dalam skala global, nasional maupun daerah. Strategi pembangunan ekonomi yang berbasis pada pengembangan sumberdaya manusia (human resources development) dianggap sangat relevan dan cocok dengan kondisi dan karakter pembangunan ekonomi terutama di negara-negara berkembang sejak era 80-an. Strategi pembangunan ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang pakar perencanaan pembangunan ekonomi berkebangsaan Pakistan yang bernama Mahbub Ul Haq yang pada saat itu menjadi konsultan Utama United Nation Development Programme (UNDP). Mahbub Ul Haq berpendapat bahwa pengembangan sumberdaya manusia harus dijadikan landasan utama dalam kebijakan pembangunan ekonomi di negara-negara sedang berkembang, dan hal ini dianggap penting mengingat ketertinggalan negara-negara berkembang terhadap negara-negara industri maju dalam tingkat kesejahteraan ekonomi seperti kualitas dan standar hidup hanya akan dapat diperkecil manakala terjadi peningkatan yang sangat signifikan dalam pengembangan kualitas sumberdaya manusia.Dari pola pemikiran seperti diatas maka takaran peranan sumberdaya manusia dalam proses pembangunan ekonomi dalam konteks untuk mengurangi kesenjangan pembangunan ekonomi pada dasarnya harus dilihat dari aspek peningkatan kualitasnya. Dengan kualitas sumberdaya manusia yang semakin meningkat, akan dapat mendorong peningkatan produktivitas ekonomi sekaligus sebagai modal dasar untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Dalam era globalisasi, kualitas sumberdaya manusia yang handal akan sangat membantu suatu negara untuk memenangkan kompetisi atau persaingan dalam perekonomian global sekaligus dapat menjaga eksistensi negara tersebut dalam percaturan dan dinamika perekonomian dunia yang semakin kompetitif.
2. Sumber Daya Sementara
a.Barang yang Menggunakan Waktu
Produk yang memerlukan pemakaian waktu dala mengkonsumsinya. Contoh: Menonton TV, Memancing, Golf, Tennis (waktu Senggang) Tidur, perawatan pribadi, pulang pergi (waktu wajib)
b.Barang Penghemat Waktu
Produk yang menghemat waktu memungkinkan konsumen meningkatkan waktu leluasa mereka. Contoh: oven microwave, pemotong rumput, fast food.
3. Sumber Daya Kognitif
adalah kepemimpinan teori psikologi industri dan organisasi yang dikembangkan oleh Fred Fiedler dan Joe Garcia pada tahun 1987 sebagai konseptualisasi dari model kontingensi Fiedler . Teori ini berfokus pada pengaruh pemimpin intelijen dan pengalaman tentang nya atau reaksinya terhadap stres .
Inti dari teori ini adalah bahwa stres adalah musuh rasionalitas, merusak kemampuan pemimpin untuk berpikir logis dan analitis. Namun, pengalaman pemimpin dan kecerdasan dapat mengurangi pengaruh stres pada (atau dia) nya tindakan: kecerdasan adalah faktor utama dalam situasi stres rendah, sementara jumlah pengalaman selama lebih selama-saat stres.

Pengetahuan Konsumen akan Mempengaruhi Keputusan Pembelian.
Apa yang dibeli, berapa banyak yang dibeli, dimana membeli dan kapan membeli akan tergantung kepada pengetahuan konsumen mengenai hal-hal tersebut.
Pengetahuan Konsumen adalah semua informasi yang dimiliki konsumen mengenai berbagai macam produk, serta pengetahuan lainnya yang terkait dan informasi yang berhubungan dengan fungsinya sebagai konsumen.
(1) Pengetahuan tentang karakteristik/atribut produk
(2) Pengetahuan tentang manfaat produk
(3) Pengetahuan tentang kepuasan yg diberikan produk kepada konsumen.
(1) Manfaat Fungsional, yaitu manfaat yg dirasakan konsumen secara fisiologis
(2) Manfaat Psikososial, yaitu aspek psikologis dan aspek sosial yang dirasakan konsumen setelah mengkonsumsi suatu produk.
Mengukur Pengetahuan
Pengetahuan konsumen terdiri dari informasi yang disimpan di dalam ingatan. Pemasar khususnya tertarik untuk mengerti pengetahuan konsumen. Informasi yang dipegang oleh konsumen mengenai produk akan sangat mempengaruhi pola pembelian mereka.Di dalam Psikologi kognitif dijelaskan bahwa ada dua jenis pengetahuan dasar, yaitu pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural. Pengetahuan deklaratif melibatkan fakta subjektif yang sudah diketahui. Pengetahuan deklaratif sendiri dibagi menjadi dua kategori, yaitu pengetahuan episodik (melibatkan pengetahuan yang dibatasi dengan lintasan waktu) dan pengetahuan semantik (mengandung pengetahuan yang digeneralisasikan dan memberi arti bagi dunia seseorang). Sedangkan pengetahuan prosedural mengacu pada pengertian bagaimana fakta ini dapat digunakan. Fakta ini juga bersifat subjektif dalam pengertian fakta tersebut tidak perlu sesuai dengan realitas objektif.